Akal Bulus Zuckerberg Di Awal Berdirinya Facebook
00.55 |

Jakarta - Di balik kesuksesan Facebook sekarang, Mark Zuckerberg diduga melandasi berdirinya jejaring sosial tersebut dengan logika bulus untuk menipu saingannya.
Perjalanan Facebook dalam merintisnya jalannya untuk menjadi raksasa jejaring sosial dari sekadar situs lokal kampus telah diketahui dihiasi perseteruan antara Mark Zuckerberg dengan kembar Winklevoss, ialah Tyler dan Cameron. Hubungan ketiganya dimulai ketika mereka sama-sama menuntut ilmu di Harvard University.
Pada 2003, Tyler dan Cameron, yang merupakan senior Zuckerberg di kampus, meminta juniornya itu untuk menuntaskan isyarat software yang nantinya dipakai pada situs jejaring sosial ciptaan keduanya, ialah ConnectU, yang pada ketika itu direncanakan berjulukan HarvardConnection.com. Di sinilah akar perseteruan mereka bermula.
Alih-alih memenuhi permintaannya, berdasarkan penuturan si kembar, Zuck justru mencuri isyarat dan inspirasi mereka untuk kemudian meluncurkan TheFacebook pada Februari 2004, yang setahun setelahnya menghilangkan kata 'The' di depan namanya.
Niatnya untuk melaksanakan tipu tipu daya tersebut itu pun tampak dengan terperinci sesudah serpihan pembicaraannya dengan salah satu rekannya bocor. Melalui sebuah platform instant messaging, seorang sahabat dari Zuck menanyakan planning yang akan dilakukannya untuk website yang sedang dibangun oleh kembar Winklevoss.
"Ya, saya akan menghajar mereka (kembar Winklevoss) separah mungkin," balas Zuck menanggapi pertanyaan temanya tersebut, sebagaimana detikINET kutip dari Medium, Kamis (29/3/2018).
![]() |
Masih dalam percakapan yang sama, ketika ia sudah mulai membuatkan TheFacebook dan mengacuhkan proyeknya dengan Cameron dan Tyler, Zuck seakan membodoh-bodohi orang-orang yang terperdaya dengan jejaring sosial besutannya.
"Jika kau sewaktu-waktu butuh informasi mengenai siapapun di Harvard, cukup tanya saya saja. Aku punya lebih dari 4.000 email, foto, alamat di SNS (social networking service)," katanya kepada temannya.
Saat rekannya itu menanyakan bagaimana ia sanggup mendapatkanya, Zuck mengaku tidak tahu menahu mengapa orang-orang mau memasukkan informasinya sendiri.
"Orang-orang memasukkannya saja, saya tidak tahu kenapa. Mereka percaya kepadaku, dasar orang-orang bodoh," ucapnya.
Akal bulus yang dimiliki oleh Zuck itu seakan sanggup menggambarkan bagaimana Facebook sanggup kecolongan data milik 50 juta penggunanya oleh firma asal Inggris berjulukan Cambridge Analytica. Apa yang dikatakannya di depan mengenai derma privasi user jejaring sosial besutannya, belum tentu sesuai dengan apa yang ia pikirkan bergotong-royong di belakang.
Menarik untuk menyaksikan apa saja yang akan dilakukan oleh Zuck dalam memulihkan kepercayaan pengguna Facebook sesudah krisis yang menerpa perusahaannya itu dalam beberapa waktu belakangan.
Sumber detik.com